Latar belakang
Setelah hampir memasuki usia ke-66, dan lebih dari satu dekade berjalannya era reformasi, kondisi bangsa Indonesia masih belum beranjak naik menjadi sebuah negara maju. Bahkan jika dibandingkan dengan negara tetangga yang kemerdekaannya jauh setelah Indonesia seperti Malaysia dan Singapura, saat ini bangsa Indonesia lebih jauh tertinggal. Dari urutan index HDI, Indonesia masih berada dalam jajaran negara papan menengah dan hanya diatas Vietnam. Salah satu penyebab utamanya dimungkinkan adalah masih belum berkualitasnya pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Banyak faktor yang menjadi kunci kualitas sebuah pendidikan. Dan sayangnya, sampai saat ini Pemerintah nampaknya belum secara serius menangani pendidikan sebagai sektor utama pembangunan nasional. Jika dilihat dari alokasi anggaran kebutuhan pendidikan saja, Pemerintah telah melanggar UUD 1945 dimana dalam konstitusi tersebut ditetapkan bahwa anggaran pendidikan minimal 20 % dari APBN. Namun, Pemerintah juga memiliki dasar mengapa sampai saat ini belum bisa memenuhi tuntutan konstitusi tersebut. Lepas dari masalah pembiayaan, pelaksanaan pendidikan di Indonesia memang nampak berjalan apa adanya sehingga kurang dirasakan hasilnya bagi pembangunan Indonesia secara keseluruhan. Untuk itulah, dalam rangka membedah bagaimana pelaksanaan pendidikan yang seharusnya agar menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya, maka PPIF melalui bidang Kajian Strategis melaksanakan seminar dengan tema Mengurai Benang Kusut Pendidikan Indonesia.
Tujuan
Seminar ini dilaksanakan agar dihasilkan sebuah rekomendasi tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia yang seharusnya dengan memenuhi segala unsur yang mempengaruhi kualitas pendidikan secara keseluruhan
Pemateri
Agung Premono (Dosen Universitas Negeri Jakarta, mahasiswa program Doktoral Kyushu University, Japan)
Suminto S (Staf Kementerian Keuangan, mahasiswa program doktoral di APU BEPPU, Oita, Japan)
Pelaksanaan
Seminar telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 4 Juni 2011 bertempat di Najima Klinik, Higashi-ku, Fukuoka. Seminar belangsung dari pukul 11.00 siang sampai dengan pukul 16.00 JST. Seminar diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari sebagian besar mahasiswa Kyushu University dan universitas lainnya di kota Fukuoka.
Materi
Materi seminar dapat diunduh dari link berikut. (nanti akan saya buat PDF file dulu, baik materi yang utuh, ringkasan, maupun power pointnya)
Hasil
Setelah melalui diskusi yang panjang dimana banyak sekali pertukaran pemikiran dari pemateri dan peserta, maka dihasilkan beberapa rekomendasi tentang pelaksanaan pendidikan di Indonesia sebagai berikut.
Rekomendasi bagi pelaksanaan pendidikan di Indonesia
- Pendidikan haruslah dimaknai sebagai dst
- Pendidikan dasar adalah wajib bagi seluruh warga Negara usia 7 – 15 tahun, sehingga Pemerintah wajib membiayai seluruhnya
- Pendidikan dasar seharusnya lebih ditujukan untuk membentuk karakter pada anak didik, sehingga mampu memberikan pondasi yang kuat dalam pembentukan karakter diri menjadi manusia pembelajar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
- Anggaran pendidikan harus disesuaikan dengan amanat undang-undang dasar sehingga kebutuhan akan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat bisa terpenuhi.
Berikut ini kami lampirkan serta foto – foto selama Kegiatan kami
Salah satu pemateri (Agung Premono) yang memberikan materi tentang bagaimana membangun pendidikan nasional yang bermakna mencerdaskan kehidupan bangsa.
Peserta seminar yang berasal dari mahasiswa Kyushu University, Fukuoka
Pemateri pada seminar (kiri- Suminto dan kanan- Agung Premono) saat memaparkan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pserta seminar.
Suasana jalannya yang dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta.
Suasana sesi tanya jawab oleh beberapa peserta
Susana diskusi
(Agung Premono)




