Raigonerikuyo Matsuri


Tanggal 29 April 2009 Divisi Seni Budaya PPIF menghadiri acara Raigonerikuyo Matsuri yang bertempat di Choganji Temple, Ongagawa, Kita Kyushu. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana PPIF berpartisipasi dalam setiap kegiatan matsuri sebagai peserta, kali ini Divisi Seni Budaya PPIF mendapat kesempatan istimewa untuk memainkan orkes musik angklung, tarian Bali dan tarian Ngremo dari Jawa Timur. Dalam acara Matsuri (festival) yang dimulai jam 10:30 sampai 15:30 tersebut, PPIF mendapat kesempatan tampil dalam dua sesi: jam 11:30 – 12:15 dan jam 13:30 – 14:15.

matsuri-angklung
Penampilan tim angklung dalam acara ini memang agak berbeda dibanding dengan penampilan-penampilan angklung sebelumnya. Pada pentas kali ini mulai digunakan “stand” khusus untuk menyangga beberapa angklung sehingga satu orang bisa memainkan beberapa buah angklung, meskipun beberapa pemain yang lain yang masih terbilang baru tetap memainkan satu buah angklung. Selain itu, permainan angklung yang memainkan dua buah lagu Indonesia (Manuk Dadali dan Bengawan Solo) serta dua lagu Jepang (Ue.. dan Nada soso) ini juga dipadukan dengan permainan gitar, serta vokal lagu yang dimainkan.

Berikut adalah formasi para penampil:
Tim angklung: Rida, Prita, Hindra, Dharma, Arif, Wirawan, Titis, Taufik, Imam.
Vokal: Bayu
Gitar: Ansar
Tari Bali: Dian
Tari Ngremo: Lutfi.
matsuri-tari-bali1
Pentas yang dimainkan di atas sebuah panggung sederhana di bawah terik matahari musim semi ini cukup memikat perhatian para penonton yang didominasi oleh kakek-kakek dan nenek-nenek. Banyak diantara mereka yang memang datang untuk melihat pentas alat musik tradisional Jawa Barat ini.

matsuri-tari-ngremo1

Meskipun ada sedikit kendala karena keterbatasan sound system dari panitia, pentas musik angklung yang diselenggarakan di panggung terbuka ini terbilang cukup sukses. Kendati suara angklung terdengar kurang keras, sementara suara gitar dan vokal terdengar jelas karena dibantu mikrofon, namun ternyata dari tempat duduk penonton perpaduan ketiga komponen ini menghasilkan suara yang padu. Alhasil secara umum penampilan tim PPIF ini cukup memuaskan baik bagi penonton, penyelenggara, dan tentu para pemain di bawah koordinasi Divisi Seni Budaya PPIF. Tak lupa ketua penyelenggara (Kodera-san) menyampaikan keinginannya untuk mengundang tim ini untuk tampil di acara yang lain di waktu yang akan datang. (pbs).

One thought on “Raigonerikuyo Matsuri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s