PB Rengat Memburu Gelar


PB Rengat memburu gelar, begitulah tema tim badminton PPIF bulan ini. Dalam satu bulan ini, tim PB Rengat telah mengikuti 2 turnamen badminton, pekan olahraga Kitakyushu dan FOSA. “Target kita adalah menjadi yang ter-rengat dan membuat lawan kita terengat-rengat!” ujar ketua PPIF Yul Martin yang diamini dengan mengangkat dua belah telapak tangan pak Pelatih PB Rengat Cecep Yandri. Untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan PB rengat tidak melakukan pelatihan khusus, “Latihan tetap sama, bedanya jika dulu tiap latihan hari rabu kita mengundang nihon jin, dalam persiapan kali ini kita tidak mengundang mereka untuk sementara waktu,” ujar pak Pelatih.

PEKAN OLAH RAGA KITAKYUSHU
Pada pekan olahraga Kitakyushu 2009, PB Rengat berhasil menempatkan 2 tim ke semifinal. Sayang mereka bertemu di semifinal. Kedua tim tersebut adalah pasangan pendatang baru Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma. Sedang pasangan lainnya adalah Ruslin dan Sugeng Wahyudi. Saat unreal konferensi pers, Heru Sukoco mengungkapkan bahwa mereka adalah tim dari kelas berat sehingga mereka yakin bisa mengalahkan lawannya yang masih dalam taraf kelas berat-ringan. “Kami optimis kami bisa memenangkan pertandingan ini karena kami adalah tim dari kelas berat!.. hahaha..” ujar Heru Sukoco yang diikuti senyuman khas pasangannya. Sedangkan tim pasangan Ruslin dan Sugeng Wahyudi mengungkapkan bahwa strategi yang dipergunakan kali ini adalah menghidari yang kuning-kuning. “Sebisa mungkin kami akan menghindari yang kuning-kuning” ujar Ruslin.
Memburu gelar KIT2
Pertandingan semifinal yang disaksikan langsung oleh ketua PPIF Yul Martin dimenangkan oleh pasangan Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma dengan rubber set. “Kami pantas menang karena kami memang dari kelas berat!” seru Heru Sukoco. “Kami salah strategi, ternyata kuning2x dilapangan ada 2.. kami pikir hanya ada 1” kilah Ruslin dan Sugeng Wahyudi seraya mengakui kekalahannya. “Namun lain kali akan kita balas kekalahan ini” Lanjut Ruslin. “Kami berharap, jika nanti bertemu dengan mereka kembali.. salah satu dari mereka tidak menggunakan kaos kuning” tambah Sugeng Wahyudi.

Di Final, pasangan Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma ditaklukan pasangan gado-gado Indonesia (Hendra)/Malaysia yang mengalahkan unggulan pertama di semifinal.

Meski demikian, ketua PPIF Yul Martin tetap bangga meski target menjadi yang terbaik gagal tercapai. “Yang penting kita sudah menempatkan 2 tim di semifinal” ujar Yul Martin.
Memburu gelar KIT
FOSA
Di FOSA, PB rengat diwakili 2 tim; tim Indonesia yang tergabung di grup B bersama Bangladesh dan Fukudai dan tim Borobudur yang tergabung di grup D bersama Korsel dan Kyugai (kalo ga salah). Tim Indonesia terdiri dari Cecep Yandri, Ruslin, Ahmad Taufiq dan Purnama BS sedang tim Borobudur terdiri dari Arif, Sebastian, Hendra dan Sugeng  Wahyudi. Jika tim Indonesia berhasil lolos dari fase group, tim Indonesia akan menghadapi unggulan pertama China yang didukung oleh Liu, finalis tunggal putra di pekan olahraga Kitakyushu. Sedang tim Borobudur akan menghadapi Malaysia atau Vietnam (juara bertahan).

Tim Indonesia membuka langkah dengan mengalahkan Bangladesh dengan skor tipis (3-2). “Kami tidak mengira kalo Bangladesh mempunyai tim sekuat itu”, ujar Cecep Yandri. “Kalah dari tim manapun tidak masalah asal kita bisa mengalahkan Bangladesh!” tambah Ruslin. “Kami tidak tau harus menulis apa ke milis PPIF jika tim Indonesia kalah dari Bangladesh karena siapa yang percaya Bangladesh mempunyai tim badminton yang kuat” gerutu jubir PB Rengat.

Di pertandingan kedua sesi group, tim Indonesia tidak mendapatkan halangan yang berarti dan mengalahkan tim Fukudai 2 set langsung.

Sedang tim Borobudur bisa melalui dengan lancar di pertandingan group dengan mengalahkan Korsel dan Kyugai straight set.
Memburu gelar FOSA
Jalannya pertandingan Semifinal
Seperti yang diperkirakan, tim Indonesia bertemu dengan unggulan pertama tim China di Semifinal sedangkan tim Borobudur bertemu dengan juara bertahan Vietnam.

Pertandingan antara Indonesia dan China berjalan alot dan menarik. Sebagian penonton terkonsentrasi menyaksikan pertandingan ini. Melalui pertandingan yang super sengit yang disaksikan langsung oleh ketua PPIF Yul Martin dan ketua FOSA mbak Yaya, tim Indonesia akhirnya berhasil mengalahkan tim China dengan rubber set 20 – 22, 25 – 23 dan 28 – 26. Kemenangan ini disambut gembira oleh sebagian besar pendukung Indonesia dan penonton lainnya mengingat dalam set kedua dan ketiga tim Indonesia sempat tertinggal 20 – 17 dan 20 -19. Semangat juang tim Indonesia mendapatkan simpati banyak penonton. “Kami bermain dan ditonton oleh ketua PPIF dan ketua FOSA yang kebetulan tahun ini juga berasal Indonesia, gimana bisa kami cepat menyerah?” jawab Ruslin saat ditanya tentang semangat yang terus keluar meski sudah terlihat sangat lelah. “Tim China menang teknik, tapi kami menang semangat” tambahnya seraya mengulas pertandingan yang baru saja berakhir.

Dilapangan kedua, tim Borobudur berhasil mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan straight set.

All Indonesia Final: Antiklimak
Antiklimak terjadi justru di Final, Tim Indonesia yang terlalu capek setelah mengalahkan tim China tunduk 2 set langsung dari tim Borobudur. “Tenaga kami sudah terkuras saat melawan tim China. Kami terlalu capek saat melawan Borobudur” ujar Cecep Yandri. “Yang penting kami telah mengalahkan Bangladesh dan China! itu cukup!” tambah Ruslin. “Yang ga kalah penting terjadi all Indonesia Final di FOSA 2009” kata bos PPIF dengan bijak yang terlihat sangat puas dengan hasil yang dicapai PB Rengat. (Sugeng)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s