Reportase Pelaksanaan Charity Day VII di Fukuoka


Alhamdulillah, kegiatan Charity Day 2009 telah berhasil dilaksanakan dengan sukses pada hari Sabtu, 21 November 2009. Kegiatan Charity Day yang bertujuan utama untuk mengumpulkan dana untuk membantu pendidikan dasar anak-anak di Indonesia melalui penyelenggaraan pertunjukan seni dan budaya Indonesia di Fukuoka ini, mendapat perhatian luas baik dari masyarakat Jepang, maupun orang asing yang bermukim di Fukuoka, serta warga PPIF. Acara yang dimulai jam 14:00 ini diawali dengan penyelenggaraan Lomba Pidato untuk warga asing di Fukuoka yang dimulai jam 10:00.

Pada hari itu, Panitia Carity Day 2009 yang dikomandoi oleh duo srikandi PPIF yaitu Rida dan Lutfi, serta dibantu rekan-rekan panitia lain, berhasil menyuguhkan pertunjukan yang mampu membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduk hingga detik terakhir. Pertunjukan diawali dengan parade warga PPIF yunior yang dengan riang dan lucu memberikan salam pembuka. Acara dilanjutkan dengan tarian penyambutan oleh Bu Emi (dari Kurume), yang diikuti tari Angin Mamiri dari Sulawesi oleh warga PPIF yunior (putri dari Bu Rita).

Untuk memberi jeda pertunjukan seni, BSOB (Badan Semi Otonomi Beasiswa) menampilkan pemutaran video tentang BSOB dan aktivitasnya. Pemutaran video ini bertujuan untuk memperkenalkan tentang BSOB, visi, misi, dan kegiatan-kegiatannya selama ini. Selanjutnya, dengan lagu andalan Sekai Ichi Hitotsu Hana dari SMAP, tim Angklung PPIF yang dikomandoi oleh Titis berhasil memainkan lagu dengan tempo yang cepat dan kompak sehingga mampu membuat penonton terpukau dan memberikan applaus yang sangat meriah. Rasanya tidak sia-sia Taufik, Odit, Astri, Kubokura dll berlatih tiap minggu selama 2 bulan untuk menyuguhkan pertunjukan yang menarik.

Walaupun diberikan kesempatan untuk break alias kyukei untuk memberikan kesempatan pada penonton untuk meluruskan kaki, ke toilet dll, namun tampaknya penonton enggan beranjak dari tempat duduknya karena tidak sabar menantikan pertunjukkan berikutnya yang ditunggu-tunggu, yakni tari Kecak dan tari Saman. Dengan personil gabungan dari anggota PPIF dan kenshushei (dan alumni) dari berbagai tempat di Fukuoka dan sekitarnya, tari kecak berhasil dibawakan dengan kompak dan serasi. Banyak penonton mengatakan merinding ketika melihat tarian kecak ini, karena nuansa mistis yang muncul dari tarian itu. Nuansa tarian mistis kemudian disusul oleh tarian ceria, yaitu Tarian Saman yg dibawakan dengan kompak oleh tim dari Asia Pacific Universuty (APU) Beppu. Penampilan ini mampu membuat penonton terkesima dan takjub dengan gerakan-gerakan yang cukup sulit, kompak, dan dinamis yang dilakukan secara bersama-sama.

Selanjutnya, dalam suasana hening, penonton diajak merenung sejenak oleh Juara I lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat Kyushu-Okinawa, Chang Suin, tentang apa yang telah/dapat kita perbuat untuk anak-anak bangsa melalui pidatonya yg berjudul “Saya Ingin Menjadi Matahari”. Walaupun bagi sebagian orang apa yg dilakukan oleh Chang Suin dengan kelompok Ekstrakurikulernya kecil, namun setidaknya mereka telah berbuat sesuatu untuk pendidikan anak-anak Indonesia di Bali.

Setelah diajak merenungkan realita hidup, selanjutnya penonton dihibur dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh band andalan PPIF yakni Batik Band yang kali ini turun dengan formasi full team yakni Pak Hari, Purnama, Anshar, Adi SP dan duo vokalisnya yakni Bayu dan Fatma.  Acara spektakuler ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka oleh seluruh pengisi dan panitia acara CD2009 diiringi Batik Band, serta ucapan terima kasih kepada penonton.

Penonton sangat puas dengan suguhan CD 2009 yang menurut sebagian penonton (tanpa mengecillkan pelaksanaan CD sebelumnya), CD 2009 kali betul-betul berbeda. Berikut komentar dari para penonton:

”Sutradara acara berhasil menggabungkan acara lomba pidato dengan acara charity day menjadi sebuah tontonan menarik dan menghibur tanpa melupakan tujuan dari acara Charity Day itu sendiri” demikian komentar Prof Edison, Atase pendidikan KBRI Tokyo.

Adapun anggota PPIF lainnya melontarkan, meski telah menyaksikan 3 kali CD, namun CD 2009 memberikan arti tersendiri dari CD sebelumnya meski dilakukan dengan persiapan yang singkat.

”Fantastic” demikian komentar singkat dari penonton bule saat ditanya mengenai kesannya terhadap acara yg disuguhkan hari ini.

”Saya sangat senang dan Bangga bisa menjadi bagian dari CD tahun ini, karena saat ini hanya ini yang bisa kita lakukan untuk pendidikan anak-anak yang kurang mampu di Indonesia”, demikian komentar teman-teman dari kenshushei yang pada tahun ini bergabung dalam pertunjukkan Charity Day. (Yudi & pbs).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s