Ceria anak Indonesia


Banyak yang telah anak-anak lakukan untuk kita. Meninggalkan kehidupan dan teman-temannya di tanah air, kemudian pergi ke sekolah di  lingkungan Jepang yang asing bagi mereka, itu bukan hal yang mudah bagi anak kecil. Mereka pun tentu hadir disini bukan sebagai pemain figuran dalam kehidupan kita. Oleh karenanya anak-anak layak mendapat perhatian yang besar dari kita.

Kegiatan anak-anak pelajar Indonesia juga difasilitasi oleh PPI Fukuoka dalam acara bermain bersama yang diprakarsai oleh Persatuan Anak Pelajar Indonesia/PAPI Fukuoka dan Taman Pendidikan Al-Quran Al Hijrah, pada hari Sabtu, 10 April 2010.  Meskipun cuaca agak mendung, tapi sekitar 40 orang anak hadir dalam acara tersebut.  Peserta yang hadir tidak hanya dari Fukuoka tapi juga dari Kitakyushu.

Acara sore itu diisi dengan shalat Ashar berjamaah, menikmati roti burger ayam special, game perkelompok dan bermain bersama. Tampak anak-anak sangat menikmati kebersamaan bersama teman-teman sebaya setanah air, di hamparan rumput hijau di pinggir danau Grippy, Island City, Kashihama.

Berkumpul, bermain, berbincang didasari latar belakang yang sama adalah fitrah sosial manusia. Sesama ibu-ibu yang mengantar anak, sesama bapak-bapak, terlebih sesama anak-anak, sore itu semua terlibat dalam keasyikan. Obrolan ibu-ibu seputar resep masakan tidak terganggu oleh keributan anak-anak yang bermain bola, berlarian di padang rumput yang luas. Bapak-bapak yang sudah siap dengan kamera andalannya saat itu mendapat objek yang menantang mengabadikan objek bergerak anak-anak mereka yang aktif dan lucu-lucu.

Sayangnya, waktu berlalu sangat cepat dan keakraban itu terasa cepat berlalu. Menjelang pukul enam, acara terpaksa harus disudahi. Alhamdulillah 50 burger yang dibuat khusus untuk anak-anak laris manis. Semua yang datang pulang dengan kenangan manis. Selama ini anak-anak hanya ikut ibu/bapaknya  berkegiatan. Saat inilah mereka diistimewakan. Kalau orang dewasa bisa asyik berkumpul dengan sebayanya, anak pun pasti merasa demikian. Andai di sekolah diantara teman-temannya mereka merasa menjadi orang asing, mungkin rasanya lain saat berkumpul dengan teman setanah airnya pada sore itu.

Kedepan, semoga banyak kegiatan bagi anak-anak kita karena mereka itulah yang kelak menjadikan kita orang tua yang disayangi.  Sebagaimana doa yang mereka panjatkan: “Ya Allah, sayangilah kedua orang tua kami sebagaimana mereka berdua telah menyayangi kami di waktu kecil”. (Ira)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s