Penampilan tim seni dan budaya PPI Fukuoka


Ternyata ada banyak cara untuk bisa memperkenalkan budaya bangsa sendiri di negeri Sakura ini. Berikut merupakan dua acara yang merupakan ajang bagi PPI Fukuoka untuk memperkenalkan aneka ragam budaya Indonesia kepada warga Jepang dan warga negara asing lainnya.

Yang pertama adalah acara penyambutan pelajar asing oleh FOSA (Fukuoka Overseas Student Association) yang  jatuh pada 8 Mei 2010 yang lalu. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu malam ini dihadiri oleh banyak mahasiswa yang baru datang untuk melakukan studi di berbagai universitas di Fukuoka.

Pada saat acara berlangsung, Hall lantai 3 di Central Hotel Fukuoka menjadi ramai dengan berbagai bahasa yang digunakan oleh orang-orang yang hadir. Keramaian menjadi semakin marak ketika tiba saat acara ramah tamah yang disertai menikmati berbagai macam hidangan yang disajikan. Keramaian yang ada sedikit demi sedikit mereda karena sesi penampilan dari beberapa negara dimulai. Di sinilah saatnya PPI Fukuoka menunjukkan kebolehannya anggotanya dalam bermain angklung.

Meski tim angklung PPIF yang kali ini tampil dengan seragam batik dan kebaya menawan telah mempersiapkan diri dengan beberapa kali latihan sebelumnya,  tak urung sedikit perasaan gugup sempat hadir juga  awalnya mengingat begitu banyaknya penonton yang hadir di acara tersebut. Namun, ternyata penonton tampak begitu antusias dalam menikmati lagu-lagu yang dibawakan. Bahkan saat lagu “Sekai ni hitotsu dake no hana”, yang merupakan lagu  boyband populer di Jepang dimainkan, tepuk tangan penonton sesuai ritme lagu tidak putus mengiringi dari awal hingga lagu selesai. Hal ini membuat tim angklung semakin bersemangat untuk menampilkan yang terbaik pada acara tersebut. Akhirnya, tim angklung turun panggung disertai tepuk tangan dengan senyum terkembang.

Acara yang kedua, merupakan sebuah Work shop yang diadakan oleh “NPO Volunteer”, yakni sebuah organisasi yang kegiatan utamanya adalah memperkenalkan berbagai budaya asing kepada komunitas warga negara Jepang. Pada kesempatan kali ini, PPIF menampilkan presentasi khusus mengenai ragam budaya dan adat istiadat Indonesia, dan dilanjutkan dengan penampilan beberapa tarian tradisional serta lagu-lagu khas Indonesia.

Acara yang tujuan utamanya adalah untuk menarik minat para hadirin untuk berkunjung ke Indonesia itu, berlangsung pada hari Minggu, 9 Mei 2010 di lantai 5 gedung Youth Center Fukuoka. Acara dibuka tepat pada pukul tiga sore oleh pembawa acara, dan dilanjutkan dengan presentasi mengenai berbagai macam hal dan informasi menarik seputar Indonesia dibawakan dengan begitu memikat oleh Rahmawati Hidayah, atau biasa dipanggil Mbak Yaya.

Presentasi di mulai dengan letak geografis, populasi, keadaan alam, budaya, hingga adat istiadat sehari-hari dalam masyarakat kita. Foto-foto mengenai berbagai lokasi pariwisata alam yang indah serta aneka ragam wisata kuliner Indonesia yang mempesona tidak lupa dihadirkan. Acara dilanjutkan dengan penampilan dua buah tarian tradisional Indonesia, yaitu Tari Remo dari Jawa Timur dan Tari Piring dari Sumatera Barat, yang langsung disambut dengan tepuk tangan hangat dari penonton. Penonton ternyata tidak hanya tertarik pada keunikan gerakan tari-tari ini, tapi juga dibuat kagum dengan keindahan busana para penarinya.

Sebagai penutup acara, Batik Band yang merupakan band andalan PPIF tampil membawakan dua buah lagu. Tembang pertama yang berjudul Sesal dibawakan dengan  indah disertai dengan melodi mendayu khas tembang pop Indonesia. Selanjutnya lagu Bengawan Solo, semakin membuat penonton tertarik bahkan berusaha ikut bersama menyanyikannya di bawah panduan pembawa acara. Untuk memenuhi keinginan penonton, lagu tersebut akhirnya dinyanyikan ulang hingga 2 kali. Lagu Bengawan Solo memang cukup populer di Jepang sejak beberapa puluh tahun lalu. Bahkan, lirik lagu Bengawan Solo versi bahasa Jepang pun juga ada.

Pada akhir acara seluruh warga negara Jepang yang hadir bersama-sama diajak mencicipi berbagai hidangan asli khas Indonesia seperti nasi goreng, gado-gado, tempe, pepes ikan  dll yang merupakan menu spesial di rumah makan khusus Indonesia “Ayu Werdi” yang berlokasi di area Tenjin, Fukuoka. Semua yang hadir tampak puas dan menikmati sekali seluruh hidangan yang disajikan. ‘Masakan Indonesia ternyata enak sekali ya”,  komentar seorang warga Jepang sambil mendesah kepedasan.

Ditengah gencarnya arus budaya asing yang melanda negara Indonesia, PPIF sebaliknya senantiasa berusaha untuk secara berkesinambungan menampilkan tim seni dan budaya nya di berbagai acara dan kegiatan.  PPIF selalu berharap semoga budaya Indonesia bisa semakin dikenal oleh masyarakat asing, khususnya  di wailayah Fukuoka – Jepang ini. (Ltf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s