Seminar Ilmu Pengetahuan & Buka Puasa, PPI Fukuoka – ISTECS Kyushu bersama Dosen Berprestasi Nasional 2009


Di bulan Ramadhan kali ini, hari Sabtu  4 September 2010 yang lalu, divisi Pendidikan PPI Fukuoka bekerjasama dengan Institute for Science and Technology Studies (ISTECS) Kyushu telah menyelenggarakan Seminar Ilmu Pengetahuan sekaligus acara Buka Puasa Bersama warga Indonesia di Fukuoka. Acara yang diadakan di Kyushu University International House Kashihama Hall itu terasa istimewa dengan hadirnya Prof. Dr. Ir. Suwarno, yang membagi pengalamannya sebagai sebagai “Dosen Berprestasi Nasional No. 1 di tahun 2009”.  

 

Dosen Institut Teknologi Bandung yang baru berusia 44 tahun ini menyempatkan hadir di Fukuoka di tengah kesibukannya melakukan kunjungan kerja di Jepang selama 10 hari dalam rangka “Collaboration Research” ITB – KIT di Kitakyushu, yang merupakan kerjasama program pascasarjana ITB dengan universitas dan lembaga penelitian luar negeri, dan sebagai invited speaker dalam international conference di Tokyo.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua PPI Fukuoka  Hari Hendarto, dilanjutkan dengan Ketua ISTECS Kyushu Dr. Umar Khayam yang sekaligus bertindak sebagai moderator pada seminar ini. Dalam paparan singkat mengenai  riwayat  hidupnya yang dipenuhi dengan prestasi saat menjadi mahasiswa, beliau juga sempat aktif berorganisasi sebagai Ketua KMII Nagoya dan kemudian Ketua PPI Jepang  Tengah periode 1995 – 1996. Sekembali ke tanah air beliau meraih best paper award pada ACED tahun 2002, meraih berbagai post doctoral fellowship dan berbagai grant penelitian. Di kampus ITB beliau juga aktif dalam pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan sebagai sekretaris laboratorium, sekretaris jurusan, dan kemudian wakil dekan. Prestasi monumentalnya ketika terpilih menjadi dosen berprestasi nasional no. 1 tahun 2009.

Dosen yang mempunyai keahlian di bidang teknik dan diagnosis isolasi peralalatan listrik tegangan tinggi ini menyampaikan bahwa kunci utama sukses studi di Jepang dan menjaga kesinambungan penelitian pasca studi adalah menjalin hubungan yang baik dengan professor pembimbing pada saat studi. Dengan hubungan yang baik tersebut dan berbagai penghargaan penelitian yang diraihnya, professor pembimbingnya merekomendasikan beliau sebagai international steering / advisory committee di berbagai international conference bergengsi di bidang teknik tegangan tinggi.

Kunci sukses kedua menurut dosen yang telah mempublikasikan lebih dari 100 paper di jurnal dan seminar internasional ini adalah konsistensi. Iklim akademik dan penelitian yang telah terbangun semasa studi di luar negeri seharusnya diteruskan sepulang ke tanah air. Semasa studi doktor beliau membeli elektroda untuk penelitian dalam jumlah besar untuk keperluan kelanjutan penelitian di tanah air. Sepulang ke tanah air penelitian terus dilanjutkan dengan aplikasi pendanaan berbagai grant penelitian dan kesempatan post doctoral fellowship. Beliau pernah melakukan riset pasca studi di berbagai universitas di luar negeri  dari berbagai grant yang pernah diraih (Hitachi, JSPS, Dikti, dan grant dari Uni Eropa).  Dengan konsistensi ini pula beliau dipercaya untuk menjadi editor dan reviewer pada berbagai internasional jurnal.

Kunci sukses ketiga menurut dosen beristri apoteker dan dikaruniai empat orang anak ini adalah keberanian membangun komunitas kelimuan di Indonesia. Beliau terkesan dengan suasana kelimuan dan penelitian yang sangat kondusif selama di Jepang dan berkeinginan untuk mewujudkan hal serupa di tanah air. Sekembali ke Indonesia beliau menyelenggarakan untuk pertama kalinya seminar nasional di bidang teknik tegangan tinggi tahun 1998. Meski pada awalnya banyak yang menyangsikan, akhirnya terbentuk juga forum nasional studi tegangan tinggi antar universitas yang berlanjut menjadi seminar tahunan yang diselenggarakan di berbagai kota di tanah air. Jurnal di bidang tersebut kemudian juga diterbitkan.

Setelah membina komunitas keilmuan nasional beliau bercita-cita untuk membawa nama Indonesia di tingkat internasional. Dengan posisinya sebagai international advisory / steering committee di berbagai konferensi internasional beliau terpilih menjadi general chairman ICPADM 2006 di Bali. Konferensi berlangsung sukses dan beliau dinobatkan sebagai penyelenggara konferensi terbaik pada tahun 2006. Setelah itu beliau menginisiasi seminar internasional ICEEI mulai tahun 2007 yang kemudian rutin dilaksanakan setiap dua tahun dan jurnal internasional IJEEI mulai tahun 2009.

Kunci sukses keempat untuk menjadi dosen berprestasi adalah keseimbangan kegiatan dalam kegiatan tridarma perguruan tinggi: pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Beliau mencontohkan bahwa untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian beliau membuat diktat dan buku yang kemudian digunakan sebagai pegangan mahasiswa dan diterbitkan. Dalam pengabdian masyarakat beliau memberikan konsultasi dan solusi berbagai permasalahan kelistrikan di masyarakat dan perusahaan listrik negara.

Acara seminar kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan diskusi. Hadir sebagai “special guest” dalam acara ini adalah Prof. Ramli dari Universitas Hasanudin yang tengah berada di Fukuoka untuk menjenguk putrinya, Yaya Ramli, mantan ketua Fukuoka Oversea Student Association (FOSA) yang saat ini sedang menempuh studi S3. Beliau menambahkan bahwa untuk menjaga kesinambungan penelitian pasca studi adalah memperbanyak teman dan jaringan selama studi di Jepang dan terus menjalin hubungan dan kunjungan ke Jepang pasca studi.  Setelah sesi tanya jawab, acara seminar ilmu pengetahuan ini diakhiri dengan pemberian sertifikat serta  kenang – kenangan dari ketua PPI Fukuoka, Hari hendarto.

 Masih dalam suasana bulan suci Ramadhon, sebagai penyejuk sambil menunggu saatnya waktu untuk berbuka puasa, acara ini diisi oleh performansi anak – anak Indonesia yang bermukim di Fukuoka. Bersama – sama  mereka dengan kompaknya melantunkan ayat  – ayat suci al Quran dengan begitu merdu dan fasih dan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama Muslim & Muslimah Fukuoka..

Acara yang dihadiri lebih kurang 100 orang peserta dari Fukuoka dan sekitarnya ini akhirnya ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Semoga acara ini memberikan manfaat besar bagi kita semua. (Umr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s