Lomba Pidato Bahasa Indonesia untuk warga Jepang & asing se Kyushu-Okinawa 2010


Divisi pendidikan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Fukuoka bekerja sama dengan PPI korda Kyushu-Okinawa dan bidang Pendidikan KBRI Tokyo pada hari Minggu, 14 Nopember 2010 yang lalu, bertempat di gedung Fukuoka Shumin Centre Tenjin telah menyelenggarakan acara Lomba pidato bahasa Indonesia bagi warga negara Jepang maupun warga asing lainnya yang bermukim di wilayah Kyushu dan Okinawa.

Sebagaimana diketahui, di Jepang saat ini sudah begitu banyak masyarakatnya yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan umumnya mereka belajar bahasa Indonesia karena tertarik dan ingin mengetahui lebih dalam tentang Indonesia, namun apresiasi terhadap kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia masih sangat terbatas.  Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan dasar diadakannya lomba pidato bahasa Indonesia yakni sebagai wadah bagi mereka untuk menunjukkan dan meningkatkan kemampuan mereka dalam berbahasa Indonesia selain meningkatkan hubungan keakraban antar bangsa.

Acara lomba pidato yang diikuti peserta dari berbagai wilayah Kyushu ini dibuka tepat pada jam 10.00 pagi oleh pembawa acara Yaya Ramli, yang sekaligus juga membacakan susunan acara lomba hari itu.  Acara kemudian dilanjutkan oleh sambutan ketua PPI Fukuoka, bp. Hari Hendarto yang menjelaskan sedikit mengenai latar belakang dan sejarah bahasa Indonesia.  Acara berikutnya  adalah perkenalan anggota tim juri yang terdiri dari ibu Emi Helminda, ibu Fabiola K. Endou dan ibu Nita disertai dengan penjelasan mengenai kriteria penilaian untuk menentukan pemenang lomba ini. 

Diluar dugaan, ternyata begitu banyak peserta warga Jepang yang berminat untuk ikut lomba pidato ini, namun dilain pihak waktu penyelanggaraan lomba yang terbatas dari jam 10 sampai jam 12 siang, membuat pihak panitia akhirnya dengan sangat terpaksa membatasi jumlah peserta hingga 15 orang pendaftar pertama.

Akhirnya peserta lomba sesuai nomer undian masing – masing, satu persatu pun mulai menunjukkan kemampuannya berbicara dalam bahasa Indonesia dihadapan para juri dan hadirin lainnya.  Masing – masing peserta diberi waktu  5 menit untuk menyampaikan pidatonya ditambah 1 – 2 menit untuk menjawab pertanyaan yang dari tim juri. Semua peserta berusaha tampil maksimal, mulai dari pengucapan salam khas Indonesia hingga gaya berpakaian yang diusahakan  se “Indonesia” mungkin dengan menggunakan pakaian batik khas Indonesia.

Adapun nama – nama peserta yang ikut berlomba berikut dengan  judul pidatonya masing – masing  adalah  sebagai berikut :

  1. MIYAHARA TAIKI : Makanan Indonesia dan Jepang
  2. KOSUGI TOMOYA : Musik Indonesia dan Jepang
  3. MORITA WAKANA : Saya cinta Indonesia
  4. KAWAKAMI TOMOKI : Pasar mobil Jepang di Indonesia
  5. BAE HYUN HO : Indonesia, negara bisnis masa depan
  6. ASO YUYA : Apa itu kebahagiaan?
  7. AOKI ERINA : Keindahan dan daya tarik gamelan
  8. ADACHI KAORI : Cintaku pada Indonesia membawa kedamaian
  9. NAKAMURA FUMI : Bersama kita bisa
  10. SEONG YOOJIN : Pariwasata Indonesia
  11. SAKATA ATSUMI : Kunjungan ke Indonesia
  12. NAKANO WATARU : Kehidupan pedesaan di Indonesia
  13. OKU AKIO : Pertemuan saya dengan Indonesia
  14. UEDA KEIKO : Perjalanan spesial untuk saya
  15. MARIKO HATTA : Hutan kenangan

Setelah semua peserta selesai menyampaikan pidato nya masing – masing, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diikuti dengan penyerahan sertifikat serta bingkisan cendera mata dan kenang – kenangan dari PPI Fukuoka bagi seluruh peserta.

Khusus untuk pengumuman juara pertama hingga ke tiga serta  penyerahan hadiah piala nya, dilaksanakan bersamaan acara Indonesia Culture Day yang diadakan pada siang harinya di lokasi gedung yang sama. Setelah mempertimbangkan berbagai kriteria, tim juri akhirnya sepakat menentukan pemenang lomba Pidato Bahasa Indonesia se Kyushu-Okinawa 2010 adalah sebagai berikut :

  • Juara 1  :  Bae Hyunho, pelajar APU, Oita
  • Juara 2  :  Kawakami Tomoki, pelajar APU, Oita
  • Juara 3  :  Ueda Keiko, pegawai kantor pemerintah, Fukuoka

Mungkin patut menjadi renungan kita bersama di  saat banyak selebritis di tanah air saat ini begitu berbangga – bangga dengan kemampuan dan logat bahasa asing nya yang ‘medok’, di Jepang  sendiri justru semakin banyak warganya berlomba – lomba berusaha menguasai bahasa Indonesia yang nota bene digunakan oleh lebih dari 260  juta pengguna dan merupakan bahasa urutan ke 7  terbanyak di pakai di seluruh dunia. 

Seperti yang disampaikan sang juara lomba Bae Hyunho,  “Mimipi saya adalah semua bangsa di dunia saling menguasai bahasa negara lain, sehingga semua orang bisa saling mengerti dengan baik.  Jika semua orang bisa saling mengerti, di dunia ini tidak akan ada lagi yang namanya perang.” (T)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s