竹の里フェスタ 2010: NAKAGAWA BAMBOO FESTIVAL


Takjub dan salut! Itulah kesan yang terlintas ketika menyaksikan Nakagawa Bamboo Festival 2010 yang bertajuk 竹の里フェスタ2010(Take no Sato Festa). Sekitar 600 orang pengunjung datang membanjiri konser tahunan yang menampilkan aneka kreasi alat musik bambu. Hal ini menunjukkan apresiasi yang cukup tinggi di kalangan masyarakat Jepang terhadap seni tradisional meskipun hanya melibatkan alat musik yang sederhana di tengah kondisi negaranya yang dipenuhi kemajuan teknologi di sana-sini.

Festival yang diadakan dalam rangka Festival Budaya Fukuoka-Ken yang ke-18 ini berlangsung selama dua hari di Gedung Mirikaroden, Nakagawa-Chou, tanggal 27-28 November 2010 lalu. Tim Angklung PPIF bersama Lagu-Lagu Kai diundang pula dalam acara ini untuk menampilkan angklung perfomance. Tim Angklung PPIF sebagian besar terdiri dari para mahasiswa Indonesia di Kyushu University yang baru tiba di Jepang pada tahun ini. Lagu-Lagu Kai sendiri merupakan komunitas orang-orang Jepang yang dulu pernah tinggal dan bekerja di Jakarta dan berinisiatif untuk tetap menjaga hubungan baiknya dengan orang-orang Indonesia di Jepang melalui kegiatan seni.

Tim Angklung PPIF dalam Mini Concert

Pada hari pertama, Tim angklung PPIF tampil dalam Mini-concert di Entrance Hall dengan lagu Yamko Rambe Yamko, Sekai ni Hitotsu Dake no Hana, dan Bengawan Solo. Tampil juga aneka bamboo music performance dari berbagai kelompok dari berbagai usia. Dari siswa SD hingga para lanjut usia turut ambil bagian dalam menunjukkan kebolehannya memainkan aneka jenis alat musik bambu.

All performers : Siswa SD hingga lanjut usia turut berpartisipasi

Hari kedua konser berlangsung di Bunka Hall, menampilkan Nakagawa Bamboo Orchestra yang begitu memukau serta dilanjutkan dengan penampilan kolaborasi dengan Tim Angklung PPIF dan Lagu-Lagu Kai serta para siswa SD yang berasal dari daerah Nakagawa, memainkan Lagu Shima Uta dan Tonari no Totoro. Di akhir acara, tampil tim profesional Tokyo Rakutakedan yang terdiri dari lima orang personil dengan aneka performance marimba, angklung, serta bambu sederhana yang dikemas dalam penampilan musikal naratif yang unik dan kreatif. Bahkan angklung asal Jawa Barat pun bisa dimainkan dengan sangat menarik oleh tim dari Tokyo ini.

Tokyo Rakutakedan

Selain konser alat musik bambu, terdapat juga pameran aneka kreasi bambu serta taman bambu di pelataran gedung. Dengan diadakannya acara ini, selain dapat menikmati khasanah budaya tradisional, juga dapat meningkatkan kecintaan pada alam terutama bambu yang di tengah kesederhanaannya dapat menghasilkan alunan nada yang indah. Sukses selalu untuk Tim Angklung PPIF di penampilan-penampilan selanjutnya. (pin)

Tim Angklung PPIF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s