Apa makna “peluang Lo Gue End adalah 80%”?


Copyright : Guruh Samudera, August 4, 2013 at 7:11pm

Kalo kata adek saya mah yang jelas artinya harus cepat move on Bro, segera ambil hikmahnya dan buang jauh-jauh semua memorinya. Kayak gak ada wanita lain aja ha…ha…

Eittss tapi sabar dulu juragan, ini kan baru peluang. Jangan gegabah, perlu bukti-bukti pendukung yang otentik. Jangan pula langsung percaya dengan kabar burung ini. Dilihat dulu siapa yang bilang, dianalisis dulu data historis beberapa tahun belakangan ini, bagaiman kemungkinan-kemungkinannya.

Siapa sih yang nyebarin isu?

Mungkin ada orang-orang yang sengaja memperkeruh keadaan dengan menyebarkan isu peluang saya putus dengan ***** adalah 80%. Kenapa harus 80%? kenapa tidak 30%, 65% atau bahkan 99.99% sekalian?. Bukan bermaksud menuduh, katakanlah biang gosip dari isu ini adalah Pak Yadi, teman dekat saya yang sering saya ajak diskusi terkait masalah rumah tangga. Beliau berkeyakinan bahwa peluang saya putus adalah 80%. Angka ini disimpulkan dari gelagat keseharian saya, curhat-curhat yang sering saya sampaikan, serta beberapa status saya yang sering saya posting baik di surat kabar lokal maupun nasional.

Tapi, barangkali Kang Djuki kawan lama saya yang sudah tidak pernah bertemu selama setahun belakangan ini punya pendapat lain. Karena ulah saya di masa lampau yang suka gonta-ganti ***** bahkan sampai 3 kali sehari kayak minum obat membuat ia berkeyakinan bahwa peluang saya akan putus adalah 99.99%. Ia tampaknya belum tahu kalau saya yang sekarang sudah berubah menjadi seorang pria yang bagus alus sregep ngaji (numpang promosi boleh kan ya…).

Analisis sahabat-sahabat karib saya tersebut dilandasi oleh pengalaman mereka semata, tidak ada data yang dipakai untuk menyimpulkan angka 80% ataupun 99.99%. Nah, konsep peluang seperti ini biasanya disebut sebagai probabilitas subyektif. Probabilitas yang menyatakan kemungkinan suatu peristiwa terjadi yang ditetapkan seorang individu berdasarkan informasi yang tersedia (biasanya kualitatif)

Bagaimana kemungkinannya?

Anggaplah bahwa hubungan saya dengan ***** saya ke depan hanya punya dua pilihan yaitu putus atau tidak putus, tidak ada pilihan break dulu, TTM an dulu atau setengah putus setengah nyambung misalnya. Maka kemungkinan hubungan terlarang ini hanya ada dua yaitu putus dan tidak putus. Sehingga peluangnya adalah setengah-setengah atau dalam kata lain peluang saya putus adalah 50% dan peluang saya tidak putus adalah 50%, dihitung berdasarkan jumlah kemungkinan hasil dibagi dengan jumlah total kemungkinan hasil. Kalau seperti ini sudut pandangnya, maka biasanya disebut sebagai konsep probabilitas klasik.

Adakah data historisnya?

Saya mencoba membuka buku catatan primbon saya yang berisi tentang catatan historis saya dalam menjalani hubungan terlarang dalam satu dekade terakhir ini untuk mengcounter isu probabilitas yang tidak bertangung jawab tersebut (entah 80% atau 99,99%). Dalam primbon tercatat bahwa selama kurun waktu 13 tahun (2001-2013), saya sudah pernah putus sebanyak 13 kali. Data putus per tahun saya terdistribusi sebagai berikut 0 kali putus (2005,2006, 2008, 2012 dan 2013); 1 kali putus (2001, 2003, 2004, 2007, 2010); 2 kali putus (2002, 2011); 3 kali pustus dalam setahun (2009). Nah kalau sudah pakai yang beginian, biasanya disebut sebagai konsep frekuensi relatif. Probabilitas sebuah peristiwa terjadi pada jangka panjang ditentukan dengan cara mengamati berapa bagian dari waktu seperti peristiwa itu telah terjadi di masa lalu.

Temporal Probability

Untuk mengklarifikasi isu yang sudah telanjur menjadi trending topic ini, saya ingin mengetahui peluang saya putus sekali atau lebih dalam suatu periode waktu tertentu. Katakanlah data catatan primbon putus saya terdistribusi berdasarkan poisson model. Jika saya telah mengalami putus 12 kali (n) dalam waktu 13 tahun (t) maka rata-rata harapan putus saya per tahun adalah (λ=n/t*) 0.92 dengan periode ulang (μ=t*/n) 1.08 tahun. Maka kemudian saya bisa meramalkan berapa peluang saya putus dalam periode 5 tahun atau 10 tahun ke depan dengan poisson model (http://en.wikipedia.org/wiki/Poisson_distribution).

Bagaimana jika saya ingin mengetahui peluang saya putus 5 tahun ke depan? atau 10 tahun ke depan?. Dengan keyakinan bahwa data primbon saya valid terdistribusi berdasarkan distribusi poisson (sudah dicek dengan uji chi square atau smirnov-kolmogorov misalnya), saya bisa mengetahui bahwa peluang saya putus P{n(t)≥1}=1-(power(e,-t/μ)) adalah 94% dan 99.99% dalam 5 dan 10 tahun ke depan.

Magnitude Probability

Yang namanya putus pasti sedih… iya kan… pasti gegana, gelisah galau dan merana. Anak muda sekarang biasanya melampiaskan kegalauan dengan update status. Tidak cukup di Koran Kedaulatan Rakyat dengan Sungguh-Sungguh Terjadinya (SST) mereka mengupdate status, kalau perlu diekspose di BBC atau CNN, pokoknya gak mau kalah sama berita kelahiran Prince George Alexander Louis of Cambridge. Sebagai pendekatan, jumlah orang update status ini bisa digunakan untuk mengukur tingkat kegalauan, ya 11-12 lah ya… sama indeksnya om Richter (Richter Scale) atau Kang Mercalli (MMI-Modified mercally Intensity) yang biasa digunakan sebagai indeks magnitude kegempaan. Indeks kegalauan ala saya berdasarkan update status terklasifikasi sebagai berikut 1-3 kali (wajar tanpa pengecualian), 4-7 kali (kurang wajar), 8-10 kali (over acting), >10 kali (menderita jiwa raga).

Lagi-lagi dalam primbon saya tercatat bahwa dalam kurun waktu 13 tahun saya pernah update status di berbagai media sebanyak 56 kali; 1 kali (2005,2006,2008), 3 kali (2003), 4 kali (2004), 5 kali (2001) ,6 kali (2007, 2010) ,7 kali (2002) ,9 kali (2011) dan 13 kali (2009). Berdasarkan catatan primbon saya tersebut, berapa sih peluang saya menjadi galau kurang wajar atau galau over acting atau galau menderita jiwa raga? Katakanlah magnitude galau saya terdistribusi berdasarkan inverse gamma distribution https://en.wikipedia.org/wiki/Inverse-gamma_distribution dan telah valid dalam berbagai uji statistik termasuk fit and proper test, uji kesehatan, TPA maupun tes psikologi. Maka peluang magnitude kegalauan dapat direpresentasikan dalam diagram distribusi kumulatif. Berturut-turut peluang tingkat kegalauan saya adalah 70%, 49%, 10%, dan 3% untuk galau wajar tanpa pengecualian, galau kurang wajar, galau over acting dan galau menderita jiwa raga.

Dengan asumsi bahwa kedua peluang tersebut saling independent; maka secara sederhana, peluang putus dengan magnitude kegalauan tertentu adalah temporal probability putus dikalikan dengan magnitude probability putus. Maka peluang saya putus tahun depan dengan tingkat kegalauan galau menderita jiwa raga adalah hanya 2.8%. Arti dari nilai peluang ini mirip dengan yang tertera dalam ramalan cuaca yang sering kita lihat sehari-hari e.g. 80% hujan berarti bahwa terdapat peluang 0.8 terjadi x mm hujan dalam periode tertentu (temporal) dan pada suatu wilayah tertentu (spasial). Tidak seperti peramalan putus cinta yang hanya mengandalkan metode probabilistik, peramalan cuaca biasanya sudah dikombinasikan dengan metode deterministik sehingga memiliki akurasi yang lebih tinggi (di negara maju yang menggunakan alat ukur cuaca yang terdistribusi spasial secara baik). Dibandingkan dengan peramalan-peramalan yang lain seperti, banjir, gempa, longsor; peramalan cuaca boleh jadi merupakan yang paling advanced dibandingkan dengan yang lain karena data pengukuran komponen cuaca memiliki resolusi yang tinggi baik secara temporal, spasial maupun magnitude.

Kesalahan pemahaman terkait probabilitas biasanya terjadi pada penyebutan periode ulang. Dalam kasus putus ci*** di atas, periode ulang putus adalah 1.08 tahun yang berarti bahwa rata-rata dalam 1 tahun akan terjadi 1 kali putus dan memiliki peluang terjadi 92% per tahun. Bukan merupakan suatu perulangan bahwa putus akan terjadi setiap tahun sekali secara periodik.

Lebih jelasnya dalam kasus banjir Jakarta misalnya, yang memiliki periode ulang 10 tahunan dengan debit (magnitude banjir) 2000 m3/detik. Artinya menurut teori probabilitas adalah bahwa rata-rata dalam kurun waktu10 tahun akan terjadi satu kali debit yang lebih besar atau sama dengan 2000m3/detik dan peluang ini kemungkinan 10% akan terjadi dalam setiap tahun. Secara umum yang dipahami secara luas adalah debit banjir 10 tahunan itu akan terjadi setiap 10 tahun sekali secara periodik, seolah-olah banjir 10 tahunan itu akan berulang dalam 10 tahun lagi dan selama jeda 10 tahun tidak akan terjadi banjir sebesar debit 10 tahunan tersebut. Anggapan umum ini tidak benar.

Bagaimana jika get married?

Kembali ke masalah kegempaan ci*** dan wejangan adek saya, jika get married, maka harus dibuang jauh-jauh tuh memori masa lalunya termasuk buku primbon pencatatan frekuensi magnitude kegempaan ci***. Toh data ini juga sudah tidak akan berfungsi dan tidak berarti lagi. Hukum probabilitasnya akan pupus karena kejadian luar biasa (baca:get married) yang notabene akan mengubah secara total frekuensi ci*** di masa lampau tersebut.

Mirip dengan kejadian alam, data historis longsor misalnya, tidak akan berarti lagi untuk meramalkan kejadian longsor di masa mendatang jika terjadi kejadian luar biasa yang akan mempengaruhi pola kejadian longsor di masa mendatang. Sebagi contoh; di China sebelum Gempa Wenchuan 2008, frekuensi longsor dan debris flow sebelum tahun tahun 2008 tidak sesering setelah tahun 2008. Sehingga data historis longsor sebelum 2008 tidak bisa digunakan untuk meramalkan longsor setelah tahun 2008 karena kondisi geomorfologi dan soil properties nya sudah berubah akibat gempa besar tersebut. Begitu juga bila terjadi perubahan iklim, maka trend cuaca juga akan berubah.

Berdasarkan teori probabilitas di atas; sebaik apapun seseorang menjaga hubungan pasti tidak akan bisa memperkecil probabilitas putus temporal dan atau probabilitas magnitude menjadi nol. Lalu bagaimana supaya bisa jadi nol? mungkin bagi yang sudah telanjur maka segeralah mengubah keadaan supaya distribusi frekuensi data historis menjadi tidak berarti lagi atau jangan pernah mencoba menjalani hubungan terlarang (lagi).

Mung guyon maton

Kyudai Gakkentoshi, 27 Ramadhan 2013

Disadur ulang dari laman : https://www.facebook.com/notes/guruh-samodra/apa-makna-peluang-lo-gue-end-adalah-80/10151737108793686

One thought on “Apa makna “peluang Lo Gue End adalah 80%”?

  1. wah, setelah dibaca ulang tulisannya penuh dengan penjelasan tentang metode2 probabilitas.. ilmu statistik level advance. kadang2 hard to believe and to understand😛
    saya kirain ramalan cuaca masa kini sudah banyak memakai ilmu statistik yg markov2an karena data cuaca kyknya adalah data yg banyak dan slalu apdet -> data historis sgt bs diandalkan u/ menentukan kondisi selanjutnya. Tapi, mungkin memang peristiwa besar macam get married bisa membuat data historis tidak berarti ya..

    ramalan cuaca teh kalo sekarang aslinya gimana ngukurnya, ya..?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s