[Mengenal Jepang – Bagian 2] Ultraman dan Kamen Rider


Fukuoka. 10 November 2013. Rekan-rekan pembaca dan pejuang PPIF yang budiman, seri Mengenal Jepang bagian 2 kali ini akan mengulas tentang Ultraman dan Kamen Rider. Mengapa kedua tokoh ini diangkat di seri kali ini ?, yak.. jawabannya dapat ditemukan diakhir cerita ini.

Serial “Ultraman” tayang di televisi pertama kali pada Bulan Juni 1966 sampai Bulan April 1967. Sedangkan serial “Kamen Rider” tayang di televisi pada Bulan April 1971 sampai Bulan Februari 1973. Keduanya merupakan tokoh pahlawan yang lahir pada masa ketika Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi dengan sangat cepat. Setelah serialnya berakhirpun, ditayangkan pula kelanjutan serialnya dan sekarang masih populer dan mengakar kuat dalam keseharian masyarakat.

Serial Ultraman yang mulai tayang pada saat televisi berwarna mulai ada di pasaran mempunyai rating pemirsa sebanyak 36.7%. Angka ini merupakan bukti kepopuleran yang sangat hebat. Tokoh utama serial Ultraman merupakan anggota pasukan pengaman luar angkasa yang berasal dari galaksi M78 yang berjarak tiga juta tahun cahaya dari bumi. Pada latar ceritanya, tokoh utama sebagai salah satu anggota pasukan Hayata, badan khusus pemusnahan monster, harus mengamankan bumi dari invasi monster dan makhluk luar angkasa.

Ultraman All Series

Di sisi lain, Serial Kamen Rider dengan rating pemirsa sebanyak 21.2% muncul di televisi pada saat penjualan televisi berwarna telah mencapai lebih dari 10 juta buah(*). Tokoh utama serial ini, Hongou Takeshi, merupakan seorang manusia biasa. Lebih tepatnya, dia adalah seorang mahasiswa. Tetapi, suatu hari dia diculik oleh asosiasi kejahatan bernama “Shokka” dan kemudian diracuni sehingga tubuhnya berubah seperti monster. Dalam keadaan tubuh seperti itu, tokoh utama tidak kehilangan hati untuk membela kebenaran. Dengan mengendarai sepeda motor andalannya, dia menjadi pembela kebenaran dan melawan Shokka yang ingin menguasai dunia.

Apabila kita membandingkan kedua tokoh pahlawan di atas, keduanya memiliki pandangan yang sama tentang kebenaran dan kejahatan. Masa lahirnya Ultraman pada akhir tahun 60-an merupakan jaman di mana kemajuan ilmu dan telknologi berkembang sangat pesar. Kehidupan masyarakat dilingkupi dengan berbagai alat elektronik rumah tangga. Sosok Ultraman seperti dewa ilmu pengetahuan yang bisa bergerak dengan kecepatan melebihi spesimen cahaya dengan senjata canggih dan mutakhir. Sosok tersebut adalah sosok yang sudah baik dari mulanya. Pada episode kedua, Ultraman bertarung dengan makhluk Planet Barutan yang ingin menguasai bumi. Ultraman berhasil membuat semua makhluk Planet Barutan yang jumlahnya ada 2 milyar 30 juta orang menjadi berukuran kecil dan menidurkannya. Setelah itu, Ultraman mengirim mereka ke luar angkasa dan menghancurkannya. Akan tetapi, tidak seorangpun yang meragukan tindakan kebenaran yang dilakukan Ultraman.

Pada serial Kamen Rider, kondisi latarnya lebih kompleks. Sebagai buah dari perkembangan ekonomi yang sangat cepat, awal tahun 70-an merupakan masa di mana terjadi masalah serius pencemaran lingkungan. Kepercayaan akan kemajuan ilmu pengetahuan dipertanyakan. Masyarakat mulai merasakan bahwa ilmu pengetahuan dapat membawa kejahatan maupun kebenaran tergantung dari bagaimana pemakaiannya. Pada keadaan tersebut, Kamen Rider adalah seorang pahlawan yang berjuang tidak dengan menggunakan science weapon, tetapi dengan menaklukkan musuh langsung dengan pertarungan fisik. Kamen Rider digambarkan sebagai tokoh pahlawan yang ramah lingkungan, tidak digambarkan seperti Ultraman yang sosoknya sudah baik dari awal. Karena dia merupakan hasil penyalahgunaan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Shokka, sosoknya pada dasarnya merupakan sosok kejahatan. Kamen Rider bisa membuktikan bahwa dia bukan bagian kejahatan hanya dengan melawan kejahatan itu. Menetapkan bahwa sesuatu adalah kejahatan atau kebenaran tergantung dari apa yang dilakukan oleh sesuatu itu, bukan dari asal mulanya saja.

Kamen Rider All Series

(*) lebih dari 10 juta merupakan jumlah kontrak yang tercatat oleh NHK (Japan Broadcasting Corporation).
**
Referensi:
1. 学部留学生のための日本事情 I (2007 年度式用版) 大阪外国語大学日本語日本文化教育センター
2. The Evolution of TV, 総合テレビ全時間カラー化 実現したカラー放送の夢

Referensi gambar:

http://japandaman.com/wp-content/uploads/2013/01/ultraman.jpg

http://images3.wikia.nocookie.net/__cb20120320205848/kamenrider/images/f/fe/Rider40th.jpg

Kontributor:

lupi1

Lutfiana Sari Ariestin (Bendahara Umum PPIF 2013-2014)

Editorial Board: PH, AN, FM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s