Reportase Pelaksanaan Charity Day VII di Fukuoka

•November 28, 2009 • Leave a Comment

Alhamdulillah, kegiatan Charity Day 2009 telah berhasil dilaksanakan dengan sukses pada hari Sabtu, 21 November 2009. Kegiatan Charity Day yang bertujuan utama untuk mengumpulkan dana untuk membantu pendidikan dasar anak-anak di Indonesia melalui penyelenggaraan pertunjukan seni dan budaya Indonesia di Fukuoka ini, mendapat perhatian luas baik dari masyarakat Jepang, maupun orang asing yang bermukim di Fukuoka, serta warga PPIF. Acara yang dimulai jam 14:00 ini diawali dengan penyelenggaraan Lomba Pidato untuk warga asing di Fukuoka yang dimulai jam 10:00.

Pada hari itu, Panitia Carity Day 2009 yang dikomandoi oleh duo srikandi PPIF yaitu Rida dan Lutfi, serta dibantu rekan-rekan panitia lain, berhasil menyuguhkan pertunjukan yang mampu membuat penonton tidak beranjak dari tempat duduk hingga detik terakhir. Pertunjukan diawali dengan parade warga PPIF yunior yang dengan riang dan lucu memberikan salam pembuka. Acara dilanjutkan dengan tarian penyambutan oleh Bu Emi (dari Kurume), yang diikuti tari Angin Mamiri dari Sulawesi oleh warga PPIF yunior (putri dari Bu Rita).

Untuk memberi jeda pertunjukan seni, BSOB (Badan Semi Otonomi Beasiswa) menampilkan pemutaran video tentang BSOB dan aktivitasnya. Pemutaran video ini bertujuan untuk memperkenalkan tentang BSOB, visi, misi, dan kegiatan-kegiatannya selama ini. Selanjutnya, dengan lagu andalan Sekai Ichi Hitotsu Hana dari SMAP, tim Angklung PPIF yang dikomandoi oleh Titis berhasil memainkan lagu dengan tempo yang cepat dan kompak sehingga mampu membuat penonton terpukau dan memberikan applaus yang sangat meriah. Rasanya tidak sia-sia Taufik, Odit, Astri, Kubokura dll berlatih tiap minggu selama 2 bulan untuk menyuguhkan pertunjukan yang menarik.

Walaupun diberikan kesempatan untuk break alias kyukei untuk memberikan kesempatan pada penonton untuk meluruskan kaki, ke toilet dll, namun tampaknya penonton enggan beranjak dari tempat duduknya karena tidak sabar menantikan pertunjukkan berikutnya yang ditunggu-tunggu, yakni tari Kecak dan tari Saman. Dengan personil gabungan dari anggota PPIF dan kenshushei (dan alumni) dari berbagai tempat di Fukuoka dan sekitarnya, tari kecak berhasil dibawakan dengan kompak dan serasi. Banyak penonton mengatakan merinding ketika melihat tarian kecak ini, karena nuansa mistis yang muncul dari tarian itu. Nuansa tarian mistis kemudian disusul oleh tarian ceria, yaitu Tarian Saman yg dibawakan dengan kompak oleh tim dari Asia Pacific Universuty (APU) Beppu. Penampilan ini mampu membuat penonton terkesima dan takjub dengan gerakan-gerakan yang cukup sulit, kompak, dan dinamis yang dilakukan secara bersama-sama.

Selanjutnya, dalam suasana hening, penonton diajak merenung sejenak oleh Juara I lomba Pidato Bahasa Indonesia tingkat Kyushu-Okinawa, Chang Suin, tentang apa yang telah/dapat kita perbuat untuk anak-anak bangsa melalui pidatonya yg berjudul “Saya Ingin Menjadi Matahari”. Walaupun bagi sebagian orang apa yg dilakukan oleh Chang Suin dengan kelompok Ekstrakurikulernya kecil, namun setidaknya mereka telah berbuat sesuatu untuk pendidikan anak-anak Indonesia di Bali.

Setelah diajak merenungkan realita hidup, selanjutnya penonton dihibur dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh band andalan PPIF yakni Batik Band yang kali ini turun dengan formasi full team yakni Pak Hari, Purnama, Anshar, Adi SP dan duo vokalisnya yakni Bayu dan Fatma.  Acara spektakuler ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka oleh seluruh pengisi dan panitia acara CD2009 diiringi Batik Band, serta ucapan terima kasih kepada penonton.

Penonton sangat puas dengan suguhan CD 2009 yang menurut sebagian penonton (tanpa mengecillkan pelaksanaan CD sebelumnya), CD 2009 kali betul-betul berbeda. Berikut komentar dari para penonton:

”Sutradara acara berhasil menggabungkan acara lomba pidato dengan acara charity day menjadi sebuah tontonan menarik dan menghibur tanpa melupakan tujuan dari acara Charity Day itu sendiri” demikian komentar Prof Edison, Atase pendidikan KBRI Tokyo.

Adapun anggota PPIF lainnya melontarkan, meski telah menyaksikan 3 kali CD, namun CD 2009 memberikan arti tersendiri dari CD sebelumnya meski dilakukan dengan persiapan yang singkat.

”Fantastic” demikian komentar singkat dari penonton bule saat ditanya mengenai kesannya terhadap acara yg disuguhkan hari ini.

”Saya sangat senang dan Bangga bisa menjadi bagian dari CD tahun ini, karena saat ini hanya ini yang bisa kita lakukan untuk pendidikan anak-anak yang kurang mampu di Indonesia”, demikian komentar teman-teman dari kenshushei yang pada tahun ini bergabung dalam pertunjukkan Charity Day. (Yudi & pbs).

 

Hasil Lomba Pidato Bahasa Indonesia ke-1 di Fukuoka

•November 27, 2009 • Leave a Comment

“Walau tidak mungkin menjadi matahari, saya ingin berbagi kehangatan dan kegembiraan bersama mereka”. Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan oleh Chang Suin mahasiswa asal korea yang belajar bahasa Indonesia di APU dalam Lomba Pidato Bahasa Indonesia Wilayah Kyushu – Okinawa. Kalimat ini begitu bermakna sehingga selalu terngiang di telinga penonton, sehingga tak heran Juri sepakat untuk memilih sebagai Juara I.  Dia menceritakan tentang kegiatan kelompok ekstrakuler di kampusnya yang bernama “Matahari” saat berkunjung ke yayasan dharmajati (Bali) dan membawakan buku-buku yang dibuatnya sendiri untuk anak-anak Indonesia. Pengalaman berkunjung inilah merubah hidupnya untuk lebih memberikan arti bagi sesama untuk berbagi dalam kehidupan.

Kegiatan lomba pidato bahasa Indonesia tingkat Kyushu – Okinawa  yang pertama kalinya diadakan di Fukuoka pada hari, Sabtu 21 November 2009 dan merupakan kerjasama PPI Komisariat Fukuoka dengan KBRI Tokyo.  Lomba ini tidak hanya berkewarganegaraan Jepang tapi juga warga Korea yang berasal dari Fukuoka, Kitakyushu, dan Oita.  Diantara peserta lomba, ada beberapa pernah berkunjung dan tinggal di Indonesia namun ada juga yang belum pernah berkunjung.  Namun demikian hal ini menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian nilai oleh dewan juri yang terdiri dari Prof.Dr.Ramiana Zein dari University Andalas, Drs. Rasman, MPd dari SRIT- Tokyo, Emi dari Kyushu International University.

Selain itu yang paling esensi dalam keputusan juri adalah teknik penyampaian yang runut dari awal sampai akhir dan menceritakan tema dengan penuh makna. Setelah melalui penjurian terpilih Juara I bernama Chang Suin, mahasiswa APU dengan tema “ Saya ingin menjadi matahari “. Adapun pemenang lomba  secara lengkap adalah sebagai berikut :

  1. Juara I      :  Chang Suin  ( Mahasiswa APU – Beppu )
  2. Juara II    : Mariko Hatta ( Peserta Umum dari Fukuoka )
  3. Juara III   :  Degai Yoshiko (Mahasiswa Kyushu International University, Kitakyushu)

Pidato Chang Suin pada acara penyerahan hadiah bisa disimak di sini atau di sini.

Tujuan dari penyelenggaraan lomba pidato bahasa Indonesia ini adalah sebagai sarana pengembangan penggunaan bahasa Indonesia di masyarakat Jepang dan dimungkinkan terjalinnya persahabatan Indonesia – Jepang lebih luas lagi. Pada kesempatan ini hadir Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Prof. Edison Munaf beserta beberapa staf , Konsul kehormatan Kyudenko, Co dan anggota PPIF. Acara lomba dipandu oleh anggota PPIF sdri Yaya Ramli ( saat ini juga menjabat sebagai ketua FOSA = Fukuoka Overseas  Student Association )  berjalan lancar dan meriah dari awal sampai akhir.

Akhir kata, kami segenap panitia mengucapkan terima kasih pada para peserta, para panitia dan para juri yang senantiasa mengikuti kegiatan kami dari awal sampai akhir. Acara ini terselenggara dengan baik atas dukungan rekan-rekan PPIF: Hari H, Cecep Y, Ginting JK, Heru S, Yunus, Arwin A, Ansar L,  Hindra, Benita D, Nouval S.

(Yudi)

Indonesian Charity Day VII

•November 20, 2009 • Leave a Comment

Indonesian Charity adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Fukuoka, Jepang, berkejasama dengan organisasi non profit Jepang ‘Association for Saving Indonesian Children Education’ (Indonesia no kodomo no kyoiku wo sukuu kai) dan komunitas umum lainnya di Fukuoka, Jepang.

Tujuan utama Charity Day adalah untuk membangun hubungan baik antara komunitas Indonesia dan Jepang di Fukuoka, dengan menyelenggarakan pertunjukan kolaborasi seni dan budaya yang bertujuan mengumpulkan donasi untuk membantu anak-anak Indonesia meraih pendidikan dasarnya.

Acara ini memiliki tiga tujuan utama:

  1. Mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak kurang mampu di Indonesia dalam memperoleh pendidikan dasar dan menengah
  2. Memperkenalkan budaya dan pendidikan Indonesia kepada masyarakat Jepang
  3. Mempererat hubungan antara komunitas Indonesia dan Jepang di Fukuoka dan sekitarnya

Acara Charity Day VII akan dilaksanakan pada:
Hari, tanggal :  Sabtu, 21 November 2009
Waktu : 14.00 – 16.00
Tempat :  Fukuoka Shiritsu Shounen Kagaku Bunka Kaikan Hall, Fukuoka-shi Chuou-ku, Maidzuru 2-5-27, Japan

Informasi selanjutnya: http://charityday7.ppifukuoka.org/

インドネシア語スピーチコンテスト (Lomba Pidato Bahasa Indonesia)

•November 3, 2009 • Leave a Comment

九州・沖縄地区で初めて開催されるインドネシア語によるスピーチコンテストであり、本コンテストはインドネシア語学の発展の一助となり、インドネシアと日本の相互理解、友好関係の一層の進展に寄与することを目的とします。 本スピーチコンテストは在日本インドネシア大使館後援を頂きます。

時間:2009年11月21日 (土)

会場:福岡市立少年科学文化会館ホール *

福岡県福岡市中央区舞鶴2丁目5番27号

Lomba pidato

審査方法

  • 第一次検査として、スピーチ原稿による検査を行い、出場の可否を11月14日までにメールまたは電話でお知らせします。
  • 5分以内のスピーチ原稿を必ず暗唱して参加してください。原稿を見ることは出来ません。
  • 検査は、暗唱力、表現力、発音、スピーチの内容、制限時間について厳正に行われます。
  • 1位、2位、3位を表彰し賞と賞状を授与します。

———————————————————————

主催 インドネシア留学生協会 (Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang)福岡支部

後援 在日本インドネシア大使館

PB Rengat Memburu Gelar

•October 25, 2009 • Leave a Comment

PB Rengat memburu gelar, begitulah tema tim badminton PPIF bulan ini. Dalam satu bulan ini, tim PB Rengat telah mengikuti 2 turnamen badminton, pekan olahraga Kitakyushu dan FOSA. ”Target kita adalah menjadi yang ter-rengat dan membuat lawan kita terengat-rengat!” ujar ketua PPIF Yul Martin yang diamini dengan mengangkat dua belah telapak tangan pak Pelatih PB Rengat Cecep Yandri. Untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan PB rengat tidak melakukan pelatihan khusus, “Latihan tetap sama, bedanya jika dulu tiap latihan hari rabu kita mengundang nihon jin, dalam persiapan kali ini kita tidak mengundang mereka untuk sementara waktu,” ujar pak Pelatih.

PEKAN OLAH RAGA KITAKYUSHU
Pada pekan olahraga Kitakyushu 2009, PB Rengat berhasil menempatkan 2 tim ke semifinal. Sayang mereka bertemu di semifinal. Kedua tim tersebut adalah pasangan pendatang baru Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma. Sedang pasangan lainnya adalah Ruslin dan Sugeng Wahyudi. Saat unreal konferensi pers, Heru Sukoco mengungkapkan bahwa mereka adalah tim dari kelas berat sehingga mereka yakin bisa mengalahkan lawannya yang masih dalam taraf kelas berat-ringan. “Kami optimis kami bisa memenangkan pertandingan ini karena kami adalah tim dari kelas berat!.. hahaha..” ujar Heru Sukoco yang diikuti senyuman khas pasangannya. Sedangkan tim pasangan Ruslin dan Sugeng Wahyudi mengungkapkan bahwa strategi yang dipergunakan kali ini adalah menghidari yang kuning-kuning. “Sebisa mungkin kami akan menghindari yang kuning-kuning” ujar Ruslin.
Memburu gelar KIT2
Pertandingan semifinal yang disaksikan langsung oleh ketua PPIF Yul Martin dimenangkan oleh pasangan Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma dengan rubber set. “Kami pantas menang karena kami memang dari kelas berat!” seru Heru Sukoco. “Kami salah strategi, ternyata kuning2x dilapangan ada 2.. kami pikir hanya ada 1″ kilah Ruslin dan Sugeng Wahyudi seraya mengakui kekalahannya. “Namun lain kali akan kita balas kekalahan ini” Lanjut Ruslin. “Kami berharap, jika nanti bertemu dengan mereka kembali.. salah satu dari mereka tidak menggunakan kaos kuning” tambah Sugeng Wahyudi.

Di Final, pasangan Heru Sukoco dan Ginting Jalu Kusuma ditaklukan pasangan gado-gado Indonesia (Hendra)/Malaysia yang mengalahkan unggulan pertama di semifinal.

Meski demikian, ketua PPIF Yul Martin tetap bangga meski target menjadi yang terbaik gagal tercapai. “Yang penting kita sudah menempatkan 2 tim di semifinal” ujar Yul Martin.
Memburu gelar KIT
FOSA
Di FOSA, PB rengat diwakili 2 tim; tim Indonesia yang tergabung di grup B bersama Bangladesh dan Fukudai dan tim Borobudur yang tergabung di grup D bersama Korsel dan Kyugai (kalo ga salah). Tim Indonesia terdiri dari Cecep Yandri, Ruslin, Ahmad Taufiq dan Purnama BS sedang tim Borobudur terdiri dari Arif, Sebastian, Hendra dan Sugeng  Wahyudi. Jika tim Indonesia berhasil lolos dari fase group, tim Indonesia akan menghadapi unggulan pertama China yang didukung oleh Liu, finalis tunggal putra di pekan olahraga Kitakyushu. Sedang tim Borobudur akan menghadapi Malaysia atau Vietnam (juara bertahan).

Tim Indonesia membuka langkah dengan mengalahkan Bangladesh dengan skor tipis (3-2). “Kami tidak mengira kalo Bangladesh mempunyai tim sekuat itu”, ujar Cecep Yandri. “Kalah dari tim manapun tidak masalah asal kita bisa mengalahkan Bangladesh!” tambah Ruslin. “Kami tidak tau harus menulis apa ke milis PPIF jika tim Indonesia kalah dari Bangladesh karena siapa yang percaya Bangladesh mempunyai tim badminton yang kuat” gerutu jubir PB Rengat.

Di pertandingan kedua sesi group, tim Indonesia tidak mendapatkan halangan yang berarti dan mengalahkan tim Fukudai 2 set langsung.

Sedang tim Borobudur bisa melalui dengan lancar di pertandingan group dengan mengalahkan Korsel dan Kyugai straight set.
Memburu gelar FOSA
Jalannya pertandingan Semifinal
Seperti yang diperkirakan, tim Indonesia bertemu dengan unggulan pertama tim China di Semifinal sedangkan tim Borobudur bertemu dengan juara bertahan Vietnam.

Pertandingan antara Indonesia dan China berjalan alot dan menarik. Sebagian penonton terkonsentrasi menyaksikan pertandingan ini. Melalui pertandingan yang super sengit yang disaksikan langsung oleh ketua PPIF Yul Martin dan ketua FOSA mbak Yaya, tim Indonesia akhirnya berhasil mengalahkan tim China dengan rubber set 20 – 22, 25 – 23 dan 28 – 26. Kemenangan ini disambut gembira oleh sebagian besar pendukung Indonesia dan penonton lainnya mengingat dalam set kedua dan ketiga tim Indonesia sempat tertinggal 20 – 17 dan 20 -19. Semangat juang tim Indonesia mendapatkan simpati banyak penonton. “Kami bermain dan ditonton oleh ketua PPIF dan ketua FOSA yang kebetulan tahun ini juga berasal Indonesia, gimana bisa kami cepat menyerah?” jawab Ruslin saat ditanya tentang semangat yang terus keluar meski sudah terlihat sangat lelah. “Tim China menang teknik, tapi kami menang semangat” tambahnya seraya mengulas pertandingan yang baru saja berakhir.

Dilapangan kedua, tim Borobudur berhasil mengalahkan juara bertahan Vietnam dengan straight set.

All Indonesia Final: Antiklimak
Antiklimak terjadi justru di Final, Tim Indonesia yang terlalu capek setelah mengalahkan tim China tunduk 2 set langsung dari tim Borobudur. “Tenaga kami sudah terkuras saat melawan tim China. Kami terlalu capek saat melawan Borobudur” ujar Cecep Yandri. “Yang penting kami telah mengalahkan Bangladesh dan China! itu cukup!” tambah Ruslin. “Yang ga kalah penting terjadi all Indonesia Final di FOSA 2009″ kata bos PPIF dengan bijak yang terlihat sangat puas dengan hasil yang dicapai PB Rengat. (Sugeng)

Penggalangan dana gempa Padang

•October 13, 2009 • Leave a Comment

Gempa bumi 7,6 Skala Richter yang berpusat di 57 km dari Pariaman, Sumatera Barat, yang terjadi tanggal 30 September 2009 yang lalu telah menelan korban jiwa dan harta benda yang tak ternilai. Solidaritas kemanusianpun terpanggil untuk membantu meringankan penderitaan sesama umat manusia. Beberapa negara telah mengirimkan bantuan logistik dan tim SAR, begitu pula saudara-saudara setanah air, melakukan yang terbaik untuk meringankan saudara di Padang dan Pariaman.

Padang-interview2
Seperti beberapa aksi sebelumnya, warga PPIF bersama beberapa warga Jepang merespon kejadian bencana alam ini dengan aksi nyata, yaitu turun ke jalan untuk melakukan penggalangan dana. Ada dua lokasi utama yang dijadikan terget pernggalangan dana. Warga PPIF yang bermukin di Kota Fukuoka dan sekitarnya melakukan aksi tiga hari berturut-turut, yaitu hari Sabtu sampai Senin tanggal 10 sampai 12 Oktober 2009, berlokasi di seputaran Tenjin. Sementara warga PPIF yang bermukim di Kita Kyushu melakukan penggalangan dana pada hari Sabtu tanggal 10 dan Senin tanggal 12 Oktober 2009.

Padang-interview
Kegiatan penggalangan dana dilakukan dengan cara menyebarkan pamflet kepada warga kota yang melintas, sambil membawa beberapa poster dan kotak sumbangan. Khusus yang di Fukuoka, kegiatan ini sempat diekspose oleh televisi lokal (KRB), dan beberapa surat kabar harian. Beberapa hari sebelumya, warga PPIF yang berasal dari Padang dan Pariaman sempat diwawancarai oleh stasiun televisi NHK, untuk mengorek informasi mengenai bencana gempa bumi tersebut.

Padang-bambang
Selama tiga hari penggalangan dana ini berhasil terkumpul dana lebih dari 740 ribu yen, yang akan segera disalurkan ke daerah bencana. Koordinator aksi dan Pengurus PPIF mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada para penyumbang, dan juga kepada para aktivis kegiatan ini baik warga PPIF maupun warga Jepang.(pbs)

Padang-ansar

PPIF memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 64

•September 29, 2009 • Leave a Comment

Seperti tahun-tahun sebelumnya, warga PPIF bersama warga Jepang selalu memperingati hari kemerdekaan RI, baik berupa serangkaian acara lomba bagi seluruh anggota PPIF dan warganya, maupun acara peringatan yang lebih formal yang melibatkan instansi pemerintah dan swasta Indonesia dan Jepang. Karena beberapa alasan, salah satunya adalah bulan puasa yang jatuh antara bulan Agustus dan September, maka peringatan hari kelahiran RI yang bersifat formal ini baru bisa dilaksanakan pada tanggal 24 September. Acara ini sekaligus sebagai penutup bagi serangkaian acara yang telah dilaksanakan oleh warga PPIF. Peringatan hari lahir RI ini diselenggarakan di Hotel New Otani, disponsori oleh Kyudenko (perusahaan listrik Kyushu).

Otani17-dubes
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kyudenko selalu mensponsori acara peringatan hari kemerdekaan seperti ini, berupa acara ramah-tamah dan makan bersama. Tetapi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara ini menjadi lebih spesial karena pada acara ini juga dilakukan acara pelepasan bagi para alumni baru Kyushu University yang akan diwisuda esuk hari, 25 September 2009. Selain itu, kehadiran penulis novel terkenal Laskar Pelangi Andrea Hirata, yang kebetulan sedang berada di Fukuoka beberapa hari untuk mengikuti festival film Asia, turut menyemarakkan acara ini. Hari itu acara peringatan hari kemerdekaan menjelma menjadi acara jumpa fans penulis novel yang karyanya diangkat ke dalam film layar lebar.

Otani17-andrea
Kehadiran Duta Besar RI untuk Jepang Prof. Dr. Jusuf Anwar pada acara itu membuat acara malam itu menjadi lebih hangat dan bernilai. Terlebih dengan tampilnya Batik Band yang membawakan lagu Padamu Negeri, menambah suasana menjadi lebih hikmat dan bernuansa nasionalisme. (pbs)

Otani17-batik

Acara 17-an

•August 17, 2009 • Leave a Comment

Meskipun di rantau, semangat dan jiwa nasionalis tetap membara di benak warga PPIF. Hari kemerdekaan RI yang ke-64 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2009 dirayakan secara meriah melalui serangkaian kegiatan lomba, diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak, dan adik-adik. Rangkaian kegiatan tersebut adalah :
1. Lomba Bulutangkis ganda putra dan campuran, tenis meja ganda putra. Lomba ini dilaksanakan pada tanggal 2 Dan 9 agustus 2009.

17an-badminton
2. Kelas photografi, yang dilanjutkan dengan hunting bersama. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu 8 agustus 2009. Lokasi hunting foto adalah di sekitar pantai dan kuil Najima.

17an-fotografi

3. Lomba melukis dan mewarnai gambar buat anak-anak. Masing-masing peserta melukis dan menggambar di rumah masing-masing dan hasilnya diserahkan ke dewan yuri untuk dinilai.

17an-lomba mewarnai

4. Lomba tarik tambang, diadakan pada hari sabtu 15 Agustus 2009 pkl 10.00.

17an-tarik tambang2

5. Lomba permainan anak-anak dan permainan ibu/bpk akan diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus bertepatan dengan acara syukuran HUT kemerdekaan RI ke-64.

17an-kelereng

6. Lomba membuat dan menghias tumpeng, bekerjasama dengan ibu-ibu muslimah Fukuoka dan sponsor. Tumpeng yang telah dibuat kemudian menjadi santapan siang bersama pada acara syukuran peringatan HUT RI ke-64 yang diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus.

17an-tarik tambang3

Indonesia-Malaysia Badminton Friendly Match

•June 1, 2009 • 1 Comment

Bisa dibilang, badminton adalah salah satu olah raga yang sudah mendarah daging bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Olah raga yang satu ini memang sangat populer, tidak saja di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia lainnya, termasuk Malaysia. Di manapun berada, olah raga yang satu ini merupakan olah raga favorit yang selalu dimainkan, terlebih oleh komunitas pelajar Indonesia di luar negeri. Tampaknya fenomena ini juga terjadi pada perkumpulan pelajar Malaysia di luar negeri.
Hari Sabtu 30 Mei 2009 yang lalu, PPIF menyelenggarakan pertandingan persahabatan melawan perkumpulan pelajar Malaysia di Fukuoka. Pertandingan yang diselengarakan di Higashi-ku sport center ini memainkan empat pertandingan utama dan tiga pertandingan tambahan. Sebenarnya dari pihak Indonesia sudah menyiapkan tujuh tim ganda untuk melawan Malaysia. Tetapi, karena ternyata pihak Malaysia hanya mengirimkan empat tim pemain utama, maka akhirnya pertandingan hanya memainkan empat pertandingan utama plus tiga pertandingan tambahan.

Badmiton3
Dari empat pertandingan utama, tim Indonesia berhasil dengan telak mengalahkan tim Malayisa dengan skor 3-1. Kemenangan ini dibukukan oleh pasangan Purnama-Taufik, Cecep-Martin, dan Agung-Arwin. Sementara dari tiga pertandingan tambahan, tim Malayisa mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0. Kekalahan tim Indonesia di pertandingan tambahan ini adalah wajar, karena pada pertandingan ini komposisi pemain tim Indonesia adalah pemain-pemain lapis kedua. Sementara di pihak lain, tim Malaysia kembali menerjunkan pemain utama mereka yang sebelumnya main di pertandingan utama. Jadi bisa dibilang, pertandingan pada partai tambahan ini memang tidak seimbang, karena pemain lapis kedua Indonesia harus berhadapan dengan pemain utama Malaysia.

Badmiton4
Diliputi oleh nuansa persahabatan antar dua negara serumpun, pertandingan persahabatan hari sabtu kemarin berlangsung dengan meriah dan lancar. Suporter dari kedua kubu yang dengan antusias memberikan semangat kepada timnya masing-masing tidak menunjukkan aksi anarkis. Semua berjalan dengan tertib, aman dan terkendali. Kalimat provokatif yang pernah diucapkan oleh mendiang Presiden Soekarno ketika berkonfrontasi dengan Malaysia, yang semula diusulkan oleh salah satu anggota PPIF, akhirnya tidak tertulis di spanduk. Di tepi lapangan, hanya terpajang spanduk berukuran 1.5 m x 2 m yang bertuliskan: “Badminton Friendly Match Indonesia-Malaysia. Fukuoka, May 30, 2009”.

Badmiton5
Pertandingan yang diawali dengan foto bersama ini, diakhiri dengan sambutan oleh pihak Indonesia dan Malaysia. Wakil dari Indonesia menekankan bahwa esensi dari pertandingan ini adalah untuk meningkatkan persahabatan antar dua negara dan juga untuk meraih kesehatan jasmani dan rohani melalui olah raga. Wakil dari Malaysia menyampaikan ucapan terimakasih atas usaha PPIF dalam memfasilitasi event ini. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama. Sementara tim Indonesia melanjutkan latihan badminton.
Berikut susunan tim Indonesia:
Pasangan pemain utama: Cecep-Martin, Purnama-Taufik,  Nasrudin-Yunus, Arwin-Agung.
Pasangan pemain tambahan: Sugeng-Ruslin, Akmal-Luki, Didit-Barkah.
(pbs).

Badmiton1

Hakata Dontaku

•May 5, 2009 • Leave a Comment

Untuk kesekian kalinya PPIF berpartisipasi dalam acara pawai Hakata Dontaku. Pawai yang secara historis berawal dari perayaan lokal tahun baru yang disebut Matsubayashi yang diselenggarakan tahun 1179. Tradisi ini kemudian menjadi festival yang besar untuk seluruh warga Jepang di Fukuoka, di mana orang-orang melakukan parade dengan mengenakan pakaian-pakaian yang unik, menari, memainkan alat musik, dsb. Yang menjadi kebiasaan pada acara ini, orang-orang membawa dua sendok besar kayu (shamoji), mirip seperti sendok nasi, kemudian menepuk-nepukkan keduanya dalam festival. Kata Dontaku berasal dari bahasa Belanda “zontag” yang berarti hari libur. Ya memang Hakata Dontaku dilaksanakan bertepatan dengan libur nasional yang dikenal dengan Golden Week.

Hakata-dontaku-3
Tahun ini, Hakata Dontaku yang diselenggarakan pada tanggal 3 Mei, tidak luput dari partisipasi warga PPIF. Tim Indonesia menerjunkan sekitar 30 orang ditambah beberapa orang Jepang yang ikut gabung dalam tim ini. Mereka mengenakan pakaian daerah, mulai dari pakaian Sumatera, Jawa, Bali dan Sulawesi. Hal yang berbeda dengan tahun lalu, tim Indonesia kali ini tidak menerjunkan gatotkaca dan hanoman kembar, tetapi digantikan oleh Rahwana, satu Hanoman serta menampilkan tokoh Shinta dan kecak Bali.

Hakata-dontaku-4
Parade dimulai sekitar jam 14 siang dari lapangan di depan kantor JASSO dan berakhir di lapangan belakang Gedung Accross Fukuoka, menempuh jarak sekitar dua kilometer. Puluhan bahkan mungkin ratusan kontingen turut berpartisipasi dalam parade ini, terbagi dalam dua kelompok besar yaitu kontingen Internasional dan lokal. Kontingen internasional meliputi tim dari berbagai negara seperti Indonesia, Vietnam, Nepal, China, Amerika, Inggris, Jerman, dan masih banyak negara lain. Sementara kontingen lokal terdiri atas tim-tim perusahaan, dan berbagai komunitas atau kelompok masyarakat. (pbs).

Hakata-dontaku-2